HOME

Untuk mu Sahabat

Disaat terdiam di tengah kabut malam kubayangkan wajahmu sobat

Terngiang simpul senyummu saat di belai sang bunga abadi

Gurauan mu saat kita di telan kelamnya rimba belantara

Saat itu

ketika kita sama sama berjuang untuk mimpi kita

harapan kita,,,,,,,

mencoba menahan hasrat diri demi menjadi insan mulia

menggapai puncak dunia


mengingat kau saat bercanda riang ditengah redup lampu malam

atau ketika kita sama sama terdiam menatap wajah sang senja yang perlahan membutakan kita

merasakan dingin nya hembusan angIn malam saat itu

Meninggalkan seuntai kenagan yang dalam

kurindukan engkau sewaktu kita bersama dulu
Mengagumi indah dunia

mematahkan sombongnya isi dunia

tahukah kau kawan kitaadalah malaikkat yang mempunyai sebelah sayap

dan hanya bisa terbang jihad kita saling berpelukan

teruslah kau berjuang sahabat,,.

hingga renta raga kita

Hingga uzur usia kita

Tetaplah melangkah demi harapan harapan yang pernah kita ucapkan

Demi aku,kau dan panji kita

000035

by: Bayu Kaizer Flash

INDONESIA MENANGIS

Kupaksakan gerakan tangan dan penaku

Untuk luapkan rasa simpatiku

untuk saudara ku yang berada dalam pengungsian

Suara – suara tangismu, getarkan dada

Jeritan Umat manusia meminta pertolongan

Ku rasa ……… terdengar jelas hampir setiap saat

Banjir bandang………………

Tanah longsor…………………….

Datang …….. dan siap memporak bak harimau yang haus darah mangsanya

Banyak mayat bergelimpangan

Banyak anak bocah menangis, memanggil ibunya yang tak bernyawa

Sedih……………..pilu……………..sakit……………..hati ini sahabat………………….

Wahai para oknum – oknum politik yang terlibat

Kuharap hati nurani mu tergerak

Dan menghentikan semua ambisi dan egomu

Mari kawan…………

Mari kita berjabat tangan

Untuk meninggalkan semua ego pribadi dan golongan

Mari kita bersama

Menggapai cita …..

Satukan rasa…………..

Untuk damai selamanya


2777051488_99005f96f7

by: Bayu Kaizer Flash


HARAPAN DAN PERSAHABATAN

Ketika kutapaki jemari di atas batu, di puncak itu, puncak impianku


Menatap garis-garis cakrawala yang perlahan menjadi pudar, dibelai bunga putih itu


Meresapi alunan melodi angin yang berhembus di celah pohon itu

Aku sadar ketika ku pergi di saat bumi masih di selimuti sang halimun pagi

Menapaki jalan yang asing itu……


Mungkin aku tak kan pernah kembali……

Namun ku tersadar ketika ku bersumpah pada diri dan bumi persada ini,


Aku harus siap jika aku harus mati di dalam kesendirian dalam dingin kabut malam,


Atau ketika aku akan mati terbaring di dasar jurang, menanti kematian sambil mendengar


Tetesan embun yang mencair di tepi bibir tebing yang menjadi beku di sela-sela raungan


Batu yang terlepas dan runtuh menuju dasar jurang yang gelap itu

Aku hanya berharap ketika ku kembali kesini bersama sahabat karibku


Ada seseorang disana yang menunggu ku di tepi tenda, ditemani redup lampu badai


Menanti dengan setia saat ku kan datang dikelamnya malam


Sambil menyuguhkan segelas teh hangat, menanyakan tentang perjalanan ku


Dengan sorot mata nya yang lembut

Hanya ada seorang yang mengerti bahwa nilah jalan hidupku, pilihanku

Sebagai seorang insan yang cinta akan arti kehidupan dan indahnya alam semesta,


Menyandingnya, dalam setiap perjalanan ku mengukir namanya didalam hatiku


sunriselawu

by: Bayu Kaizer Flash

Aku yang Bertanya


‘…..Di kesunyian yang lembut manja
Engkaukah yang berkata itu. Atau aku,
Bumi yang gempa itu, atau cakrawala yang gemetar, menggerakkan waktu
Tugu jogja sudah menjadi saksi, dan rumpun-rumpun beringin


Mengancam kabut, pernahkah engkau pikirkan pada senja berlalu?
Ketika tiba-tiba puisiku bergema, atau kata-kata itu sendiri mencarimu
Untuk matahari yang tak tersisa


Sudahkah engkau baca “dirimu sendiri ketika engkau lapar”

Tentang bagaimana mencari makan dan kemudian membuang milik rakyat Yang sangat engkau cintai.

Anakmu misalnya . Cu cumu misalnya.

Ketika malam terisi selalu gelap di ujung jalan menikung
Sementara engkau tak mampu meraba kegelapan

Untuk mengikis tongkatmu yang sudah rapuh
Bayang-bayang akalmu terasa sangat penting untuk engkau jalani


Lgi criikk snyaLL,^^-obs

Depresi

hei dunia..
lihat aku..

walau dibakar…
aku tidak hangus
walau ditenggelamkan…
aku tidak basah
walau leherku dijerat…
aku tidak kehabisan udara
walau dibunuh…
aku tidak akan mati

saat matahari di timur
aku ada
saat matahari di barat
aku pun masih adasaat matahari sudah tidak adaaku tetap adasaat bulan bersinar maupun tidakaku selalu ada

hai dunia
aku berdiri tegak disini
boleh coba runtuhkan aku
ku tak kan goyah
badai apapun tak akan bisa
merubah tempatku berdiri

aku tidak akan mati
selama Kau yang menjadi kekasihku
aku tidak akan takut
selama Kau yang menjadi ayahku
aku tidak akan ragu
selama Kau yang menjadi ibuku

apapun yang Kau tulis untuk diriku
pasti sebuah cerita yang indah

hai dunia..
tubuhku pasti mati
tapi hidupku tidak pasti
tetapi yang paling pasti
jiwaku pasti abadi.

DSC02045


8825_1093136539069_1546225830_30225903_6915365_n

Disaat terdiam di tengah kabut malam kubayangkan wajahmu sobat

Terngiang simpul senyummu saat di belai sang bunga abadi

Gurauan mu saat kita di telan kelamnya rimba belantara

Saat itu

ketika kita sama sama berjuang untuk mimpi kita

harapan kita,,,,,,,

mencoba menahan hasrat diri demi menjadi insan mulia

menggapai puncak dunia


mengingat kau saat bercanda riang ditengah redup lampu malam

atau ketika kita sama sama terdiam menatap wajah sang senja yang perlahan membutakan kita

merasakan dingin nya hembusan angIn malam saat itu

Meninggalkan seuntai kenagan yang dalam

kurindukan engkau sewaktu kita bersama dulu
Mengagumi indah dunia

mematahkan sombongnya isi dunia

tahukah kau kawan kitaadalah malaikkat yang mempunyai sebelah sayap

dan hanya bisa terbang jika kita saling berpelukan

teruslah kau berjuang sahabat,,.

hingga renta raga kita

Hingga uzur usia kita

Tetaplah melangkah demi harapan harapan yang pernah kita ucapkan

Demi aku,kau dan panji kita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: